Titik Mulia (25/07/2022),

Bemimpilah selagi masih bisa bermimpi, dan jangan takut bermimpi karena mimpi itu grastisss… Bisa jadi mimpi yang  indah, nyata, tapi tanpa makna, bisa juga mimpi indah tapi fatamorgana.

Sebagai seorang guru tentunya mengharapkan mimpi yang indah, nyata dan syarat akan makna, menjadikan murid-muridnya sukses dan berbudi baik. bukan mimpi indah tapi fatamorgana. Seperti mimpi Ibrahim as. anak-anaknya generasi pilihan, menjadikan kota Mekkah menjadi dambaan setiap insan muslim mengunjunginya, bukan mimpi Fir’aun yang berhasil, tapi mencelakakannya.

Membangun mimpi peradaban yang unggul adalah keniscayaan bagi seorang guru. Bagaimana tidak, murid-murid adalah wujud nyata keindahan karunia Tuhan Yang Maha Indah, Allah SWT. Murid-murid adalah  makhluk yang sempurna, punya akal bisa berpikir,  hati yang hanif (lurus), tubuh yang indah, lengkap dengan fungsinya, raga yang kuat serta  makhluk yang beragam dengan segala  keunggulan sifat dan karakternya, akan jadi generasi-generasi unggul  dambaan semua insan apabila mampu mengelolanya. Maka lewat goresan tangan-tangan kreatif dan inovatif seorang gurulah mimpi generasi unggul itu akan terwujud, yang nantinya akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan di masa mendatang.

Sekolah adalah miniatur  taman surga karena  sekolah majlis ilmu tempat murid-murid menimba ilmu pengetahuan. Maka sudah seharusnya bagi insan akademis untuk menciptakan lingkungan sekolah dengan peradaban tinggi sebagaimana taman surga impian semua orang

Membangun sebuah lingkungan yang ideal, membuat nyaman penghuninya dan menggairahkan semangat menuntut ilmu bukan perkara mudah, membutuhkan kerja ektra semua tokoh dengan peran masing-masing, visi yang sama, sistem yang berfungsi, bergerak sesuai dengan  peran dan fungsinya

 Membangun peradaban di sekolah dengan Strategi Inquiri Apresiatif.

Mari kita bayangkan jika kita datang ke salah satu lembaga pendidikan, Lingkungan yang bersih dan  asri, bebas rokok jauh dari  polusi, semua sisi tertata rapi.  kemudian kita masuk disambut dengan senyum ramah seorang penjaga sekolah, ditanya apa yang bisa saya bantu, diantar  masuk ke ruang tamu ditemui guru-guru  penuh simpati dan antusias, sesuai dengan kebutuhan dilayani petugas dengan baik, ditanya sudah ada janji apa belum,  semua terlihat ramah, sopan dan bersahaja, jauh dari prasangka buruk, cuek, bahkan menghakimi. Alangkah senangnya hati kita. Belum lagi melihat murid-murid belajar dengan giat,  bercengkerama, bermain, Olah raga,  bersendagurau dengan sopan, saling mengasihi, menghargai, semua sisi sekolah serasa begitu hidup, bergairah mendorng semua penghuninya untuk belajar dan belajar.  Begitulah gambaran  sekolah yang layak di sandarkan dengan  taman surga impian masa depan generasi kita.

Apakah itu ilusi..?  Tidak, tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha, bukankah Allah SWT. berfirman “Sesungguhnya Allah SWT tidak mengubah nasib suatu kaum apabila dia tidak mengubah diri mereka sendiri”(Q.S. Ar-Ra’d. Ayat 11). Tidak yakinkah kita dengan janji Allah itu?

yuk… kita gali  bersama  Strategi Inquiri Apresiatif (IA) BAGJA yang digalakkan pada program guru Penggerak  sebagai strategi perubahan di sekolah  yang berbasis kekuatan, budaya positif yang ada di sekolah..

  1. Buat Pertanyaan .

Tampilkan sebanyak-banyaknya pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang kita inginkan. Bagaimana agar murid-murid  senang di sekolah? Bagaimana  Lingkungan sekolah bisa mendukung belajar? Apa yang harus kita lakukan agar murid-murid berakhlak mulia? Bagaimana menumbuhkan disiplin? Bagaimana dan bagaimana, apa dan apa sehingga ada jawaban yang kita harapkan.

  • Ambil Pelajaran.

Pernahkah sekolah/guru/murid/lainnya  mendapatkan sesuatu yang berharga/ mengalami suatu kebaikan yang kita peroleh/alami yang sangat berharga? Ambil sebagai teladan dan pelajaran untuk mengulang kembali. Atau adakah sekolah lain yang patut dijadikan model? Ambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Bahkan belajar dari tukang sampahpun sangat diperlukan jika itu merupakan suatu kebutuhan. Seringkali hancurnya suatu peradapan ini karena kita sering melupakan  sejarah. Memimpikan peradaban seperti apa yang kita inginkan. Bagaimana orang-orang yang terlibat terlihat, bertindak, berfikir dan merasa? Bagaimana penampakan lingkungan, Kebiasaan-kebiasaan baru apa yang akan terjadi? Sumberdaya apa yang tersedia kita butuhkan?  mimpi-mimpi peradaban indah itulah yang harus menjadi kenyataan.

  • Jabarkan Rencana (Design)

Bagaimana merumuskan kebijakan-kebijakan yang didesain dengan baik oleh para pemangku kebijakan dan dikomunikasikan dengan unsur-unsur yang terkait adalah ujung tombak keberhasilan. Komunikasi yang baik akan membangun suasana yang harmonis. Kebijakan-kebijakan sekolah yang memihak pada murid, melindungi dan menghargai eksistensi  para  guru dan tenaga kependidikan.

  • Atur Eksekusi.

Membuat standar operasional pelaksanaan harus dilakukan apabila ingin sistem berjalan dengan baik dan sesuai fungsi dan perannya. Siapa yang terlibat? Siapa yang mengevaluasi? Siapa yang bertanggungjawab.

Dengan berjalannya sistem yang baik,  kebijakan- kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama, maka  akan terjadi perubahan budaya  yang unggul yang menjadi impian semua orang.  Kebenaran yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh keburukan yang terorganisir.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *