Titik Mulia (25/07/2022).Setengah abad sudah kulalui hidup ini, perjalanan hidup yang penuh liku, suka duka, bahagia nestapa bagai harmoni indah dalam kehidupan. Menggapai harapan menerawang angan angan yang tersimpan, demikian seharusnya hidup harus dijalani.

Sebagai seorang ibu rumah tangga tiga putra bukanlah hal ringan menautkan harapan menjadi anak-anak yang sholeh, menumbuhkan mereka menjadi anak-anak berjiwa pejuang adalah hal utama yang harus ditanamkan. Konsep iman yang kuat dan tangguh menjadi pondasi utama dalam mengarungi dunia yang terus berkembang dengan teknologi yang sangat cepat. Tidak ada hal yang tidak mungkin dalam hidup yang harus diraih dan kebahagiaan dunia dan akhirat menjadi impian semua anak-anak zaman ini.

Sekaligus menjadi seorang pendidik menjadi cita-cita ayahku yang telah kuwujudkan, selalu kuingat pesan ayahku, “Nak.., wong wadon kuwi apike dadi guru, iso ndidik anake lan ngamalno ilmune kanggo wong liyo, manfaat ilmune, dadi amal jariyah sak lawase. Opo maneh guru iku iso prei nek wayah muride prei ora koyok pegawai liyane.” ( Anak perempuan itu baiknya menjadi guru, bisa mendidik anaknya dan mengamalkan ilmunya untuk orang lain. Manfaal ilmunya dan jadi amal jariyah sepanjang masa). Kata-kata itu yang membuat aku mencintai profesi guru sampai saat ini.

Tujuh Puluh tahun sudah negara merdeka, bukan umur yang matang apabila kita lihat dari kisah kelam penjajahan di negara kita ini, tetapi juga bukan usia yang belia apabila kita mengarungi perjalanan hidup. Demikian juga dunia pendidikan di negara ini yang terus berbenah menuju konsep ideal pendidikan dengan keanekaragaman suku bangsa, agama dan budaya yang menjadi kekuatan negeri ini, bukan sebagai hambatan untuk maju dan berkembang menjadi lebih baik.

Kurikulum demi kurikulum kita coba, mulai dari kurikulum 1947, 1952, KTSP, samapi pada kurikulum 2013, 2013 Revisi sampai pada saat ini kurikulum terbaru merdeka belajar dengan Prototype menjadi program andalan Mas Menteri Nadim Makarim. Semoga dengan besarnya anggaran, banyaknya aktor yang terlibat dan waktu yang tersita menjadi harapan tampilnya dunia pendidikan yang cerah, untuk membentuk generasi harapan negara ini yaitu profil pelajar Pancasila. (Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkebinekaan Global, Gotong royong, Mandiri, Bernalar kritis dan kreatif), sudah tidak lagi menjadi kebiasaan di negeri kita ini ganti menteri ganti kurikulum, itu suara sura sumbang yang sering kita dengarkan.

Sebagai guru, ujung tombak pendidikan di negeri ini kita dituntut untuk selalu upgrade ilmu pengetahuan karena perkembangan zaman yang begitu cepat, ditambah teknologi yang semakin canggih membuat anak didik kita juga terus berubah dengan cepat, sehingga banyak tantangan yang kita hadapi bagaimana kita bisa menjadi role model mereka sementara kita statis, merasa sudah berhasil, berhenti di zona nyaman sehingga apapun perubahan yang ada kita sering apatis adan skeptis. Untuk itu mari kita semua bergandeng tangan, tergerak, bergerak dan menggerakkan demi masa depan pendidikan di negari ini menjadi yang lebih baik dan maju dan diridloi oleh Allah SWT. Aamiin.

Refleksi Filosofis Pemikiran KHD dengan konsep Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani ayo kita terapkan. Anak bukan Tabularasa, kertas kosong yang harus diisi tapi anak punya potensi guratan-guratan samar positif, negatif sangat membutuhkan Orang Tua, Pendidik, dan masyarakat yang menebalkan potensi positif untuk menutup potensi negatif yang ada, mari kita tuntun anak-anak kita sesuai dengan kodrat alam dan zamannya, menghamba pada anak dalam arti menekankan pada minat, kebutuhan, kemampuan individu, menghadirkan model dan metode belajar yang sesuai untuk membangun habit anak menjadi pembelajar sejati, belajar dengan senang, suka berliterasi menjadikan insan-insan bahagia, sukses dan pembelajar sepanjang hayat. “Utlubul ‘ilma Mina al-mahdi ila al-lahdi”. Belajar mulai dari ayunan ibu sampai ke liang lahat. Majunya Peradaban bangsa ini dimulai dari dunia pendidikan yang memanusiakan manusia. Semangat..dan salam bahagia.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *